Shell Eco Marathon Asia 2018 Singapura

Dalam Berita
23 March 2018   JUKI   663 Kali

Shell Eco - Marathon (SEM) Asia kembali bergulir di 2018. Indonesia menjadi salah satu peserta yang cukup `ROYAL` mengirimkan banyak peserta. Setidaknya ada 26 tim dari berbagai perguruan tinggi di…

Shell Eco - Marathon (SEM) Asia kembali bergulir di 2018. Indonesia menjadi salah satu peserta yang cukup `ROYAL` mengirimkan banyak peserta. Setidaknya ada 26 tim dari berbagai perguruan tinggi di seluruh nusantara yang mengikuti ajang tersebut, meski hanya 24 yang lolos, salah satunya Tim Mesin UM Pontianak. Shell Eco-Marathon 2018 merupakan sebuah perlombaan mobil buatan mahasiswa dari seluruh negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah. Mereka berlomba menghadirkan kompetisi padat teknologi dan inovasi untuk menghasilkan mobil dengan efisiensi bahan bahar tertinggi.

"Ini menjadi ajang dan kesempatan universitas di Indonesia bisa sejajar dengan universitas - universitas dunia lainnya dari berbagai penjuru Asia," tegas President Director & Country Chairman Shell Indonesia, Darwin Silalahi di Changi Exhibition Center Singapura. Meski Indonesia hadir dengan status tim terbanyak, tidak serta merta mereka semua bisa ikut perlombaan yang berlangsung 08-11 Maret 2018. Ada tahapan technical inspection yang harus mereka ikuti sebelum mengikuti menu utama SEM 2018. Sebanyak 12 poin technical inspection yang harus mereka lewati. Mulai dari telemetrik, rem, mesin, sasis, dan berbagai inspeksi lainnya. Namun sungguh sayang hanya 24 tim dari Indonesia yang bisa lolos untuk berlomba di SEM 2018.

Tim Mesin UM Pontianak akhirnya mampu melewati ke-12 tahapan inspeksi tersebut, yakni untuk kelengkapan driver (drivers control), berat kendaraan (vehicle weight), vehicle dimension, seatbelt and roll bar, brake (rem), visibility, mechanical vehicle design, electrical vehicle design, energy verification (sesuai kategori bahan bakar), dan tahap telematry (kemampuan memantau kelengkapan dan kondisi mobil dari jarak jauh).

Hal cukup menarik dan yang bisa diambil hikmahnya dari perlombaan ini adalah pengalaman dalam menghadapi tes 12 technical inspection yang begitu berat untuk bisa lolos di race, walaupun di saat race Tim Mesin UM Pontianak mengalami sebuah kendala untuk tidak bisa sampai garis finish. Tim Mesin UM Pontianak yang baru tampil dalam kegiatan Shell Eco–Marathon Asia 2018 di Singapura sangat bersyukur atas keberhasilannya dalam uji tes 12 technical inspection dan bisa dinyatakan bisa ikut race walaupun terjadi kendala dan itupun tidak cukup waktu untuk memperbaiki engine untuk bisa kembali ke paddock seperti tim lainnya. Dan yang lebih penting lagi Tim Mesin UM Pontianak punya mental yang cukup baik dalam menghadapi segala tantangan dalam uji tes 12 technical inspection. Semoga di tahun berikutnya Tim Mesin UM Pontianak lebih bisa meningkatkan kwalitas kendaraannya sampai bisa race di garis finish dan punya record efisien yang bisa dijadikan kebanggaan bagi Indonesia dalam kegiatan Shell Eco – Marathon Asia 2019 kata Waspodo, dosen pembina tim Mesin UM Pontianak yang turut mendampingi. (Abrori)

P R O D I
  Program Studi
R S S
Tracer Alumni UNMUH Pontianak

Jejaring Sosial

Kontak

Jl. Jenderal Ahmad Yani No.111, Bansir Darat, Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat
  Telepon
(0561) 764571/ +6285652066636
  Email
fatek@unmuhpnk.ac.id

© 2016 - ICT UNMUH PONTIANAK