Sebelum Race, Peserta Shell Eco Marathon Wajib Lolos 12 Tes Technical Inspection

Dalam Berita
23 March 2018   JUKI   1016 Kali

Shell  Eco - Marathon (SEM) Asia kembali bergulir di 2018. Indonesia menjadi salah  satu peserta yang cukup  ROYAL  mengirimkan peserta. Sebanyak 26 tim dari  berbagai perguruan tinggi di seluruh…

Shell Eco - Marathon (SEM) Asia kembali bergulir di 2018. Indonesia menjadi salah satu peserta yang cukup ' ROYAL ' mengirimkan peserta. Sebanyak 26 tim dari berbagai perguruan tinggi di seluruh nusantara, meski hanya 25 yang lolos, salah satunya Tim Mesin Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Shell Eco - Marathon 2018 merupakan sebuah perlombaan mobil buatan mahasiswa dari seluruh negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah. Di sini mereka berlomba menghadirkan    kompetisi padat teknologi dan inovasi untuk menghasilkan mobil dengan efisiensi bahan bahar tertinggi.

" Ini menjadi ajang dan kesempatan universitas di Indonesia bisa sejajar dengan universitas - universitas dunia lainnya dari berbagai penjuru Asia," tegas President Director & Country Chairman Shell Indonesia, Darwin Silalahi, Kamis (9/3/2018) di Changi Exhibition Center Singapura.

Meski Indonesia hadir dengan status tim terbanyak, tidak serta merta mereka semua bisa ikut perlombaan yang berlangsung 08 - 11 Maret 2018. Ada tahapan technical inspection yang harus mereka ikuti sebelum mengikuti menu utama SEM 2018.

Sebanyak 12 poin technical inspection yang harus mereka lewati. Mulai dari telemetrik, rem, mesin, sasis, dan berbagai inspeksi lainnya.


Sayangnya hanya 24 tim dari Indonesia yang bisa lolos untuk berlomba di SEM 2018. Ini artinya ada 2 tim yang tidak dapat menyelesaikan technical inspection yakni Universitas Indonesia Nakoela, Politeknik Technical Education Development Center Bandung Erau Team.

Sebanyak 126 peserta dari 20 negara yang ikut Shell Eco - Marathon (SEM) 2018 di Changi Exibition Singapura wajib ikuti 12 tahap tes atau technical inspection yang dilakukan panitia sebelum berlomba. Jika 1 dari 12 tes tidak berhasil dilalui, dipastikan peserta tidak bisa mengikuti race.


Ke-12 technical inspection yang wajib dilalui diantaranya, rem dan emisi serta di dalamnya termasuk safety inspection.

" Semua mobil harus menyelesaikan technical inspection dan safety inspection sebelum mengikuti tahap kompetisi selanjutnya yakni track run ".

Setelah dinyatakan lolos tes, mobil peserta akan dipasang alat telemetri oleh panitia agar hasil lomba bisa langsung terdeteksi secara online. Alat telemetri mulai diterapkan dalam SEM tahun ini setelah sebelumnya diuji coba pada final SEM di London tahun lalu.

" Setelah diberi tanda stiker lolos technical inspection, tapi telemetri baru diterapkan pada kategori urban concept ".

Tim Mesin Universitas Muhammadiyah Pontianak akhirnya mampu melewati ke-12 tahapan inspeksi tersebut, yakni untuk kelengkapan driver (drivers control), berat kendaraan (vehicle weight), vehicle dimension, seatbelt and roll bar, brake (rem), visibility, mechanical vehicle design, electrical vehicle design, energy verification (sesuai kategori bahan bakar), dan tahap telematry (kemampuan memantau kelengkapan dan kondisi mobil dari jarak jauh). Walaupun di saat menjalani inspeksi, sempat terjadi beberapa kekhawatiran dari tim UM Pontianak Itu dikarenakan adanya sedikit kesalahpahaman dari tim inspeksi, dan juga adanya sedikit gangguan pada mobil saat inspeksi.

Namun, Mesin UM Pontianak yang turun di kategori Urban Concept bahan bakar gasoline lancar sampai tahap electrical vehicle design. Meskipun, saat tahap telematry sempat terjadi kekacauan sistem karena induksi listrik dari coil (penguat voltage untuk busi).

" Akhirnya permasalahan untuk telematry bisa diselesaikan dengan baik oleh Tim Mesin UM Pontianak dan dinyatakan lolos 12 Technical Inspection (Complate) dan diberikan 2 nomor sebagai bukti untuk bisa Race.

Langkah ini diambil atas saran panitia tim inspeksi, karena memang alat telematry para peserta dari panitia yang mengakui terjadi kesalahan.

" Nantinya, sistem telematry ini akan dipasang lagi untuk lomba kecepatan pada hari Minggu, setelah dilakukan lomba irit-iritan bahan bakar, kata Waspodo, dosen pembina tim Mesin UM Pontianak yang turut mendampingi.

Hal cukup menarik dan yang bisa diambil hikmahnya dari perlombaan ini adalah pengalaman dalam menghadapi tes 12 technical inspection yang begitu berat untuk bisa lolos di race, walaupun di saat race Tim Mesin UM Pontianak mengalami sebuah kendala untuk tidak bisa sampai garis finish. Tim Mesin UM Pontianak yang baru tampil dalam kegiatan Shell Eco – Marathon Asia 2018 di Singapura yang pertama kalinya sangat bersyukur atas keberhasilannya dalam uji tes 12 technical inspection dan bisa dinyatakan bisa ikut race walaupun terjadi kendala dan itupun tidak cukup waktu untuk memperbaiki engine untuk bisa kembali ke paddock seperti tim lainnya. Dan yang lebih penting lagi Tim Mesin UM Pontianak punya mental yang cukup baik dalam mengahdapi segala tantangan dalam uji tes 12 technical inspection. Semoga di tahun berikutnya Tim Mesin UM Pontianak lebih bisa meningkatkan kwalitas kendaraannya sampai bisa race di garis finish dan punya record efisien yang bisa dijadikan kebanggaan bagi Indonesia dalam kegiatan Shell Eco – Marathon Asia 2019.

Lanjut Waspodo, 64 Tim Urban Concept yang bisa LOLOS technical inspection sampai RACE TRACK hanya 30 lebih yang bisa sampai ke Race Track, salah satunya Tim Mesin Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Berita - berita yang keluar dari hasil liputan berita di Shell Eco - Marathon Asia 2018 adalah berdasarkan perkembangan terbaru dari hari ke hari, bahkan dapat juga berdasarkan perkembangan per jam.

Dimana berita yang ditulis pada jam sekarang, bisa saja berubah faktanya dalam 2-3 jam ke depan.

Besar kemungkinan berita yangg dituliskan tersebut dikeluarkan pada saat technical inspection belum sepenuhnya selesai.

Untuk hasil akhir dari seluruh tim Indonesia, 25 tim menyelesaikan technical inspection dan hanya 1 tim yang tidak dapat menyelesaikan technical inspection.

Hasil akhir yang valid tentunya adalah apa yg tertera di leaderboards. Informasi yang kami dapatkan dari Panitia adalah bahwa hanya 1 tim Indonesia yang tidak dapat menyelesaikan technical inspection. Mesin UM Pontianak berhasil menyelesaikan technical inspection dan berhasil masuk ke race track.

Untuk sebuah tim yang baru kali bergabung dalam Shell Eco - Marathon Asia, bagi kami, hal ini merupakan sebuah prestasi. Ini karena kami memahami betul panjang dan kompleksitas proses yang harus dilalui sebuah team hingga dapat turun ke race track.

Besar harapan kami, Mesin UM Pontianak akan dapat bergabung kembali di SEMA 2019.

Mesin UM Pontianak berhasil menyelesaikan technical inspection, dengan ini berhak mendapatkan Certificate of Participation.

Semoga informasi ini dapat diterima dengan baik dan menjadi sebuah MOTIVASI bagi generasi ke - 2 " EMISIA BORNEO 01 ". (Waspodo, S.T., MT)

P R O D I
  Program Studi
R S S
Tracer Alumni UNMUH Pontianak

Jejaring Sosial

Kontak

Jl. Jenderal Ahmad Yani No.111, Bansir Darat, Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat
  Telepon
(0561) 764571/ +6285652066636
  Email
fatek@unmuhpnk.ac.id

© 2016 - ICT UNMUH PONTIANAK